Dari Limbah ke Lulur, Mengubah Ampas Kopi Menjadi Solusi Ramah Lingkungan

lulur ampas kopi

Modernis.co, Malang – Setiap hari, kita menghasilkan berbagai jenis limbah, mulai dari rumah tangga hingga tempat usaha seperti cafe. Salah satu limbah yang paling umum adalah ampas kopi.

Meski sering dianggap tak berguna, ampas kopi sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali khususnya sebagai lulur alami yang ramah lingkungan dan baik untuk kulit. Di tengah krisis lingkungan yang semakin mendesak, berbagai sektor berlomba-lomba mencari solusi berkelanjutan.

Di dunia kecantikan, tren “kosmetik hijau/green beauty” mulai naik daun. Produk-produk yang mengedepankan bahan alami dan minim limbah kini semakin diminati. Salah satu bahan yang menonjol adalah ampas kopi karena sifatnya yang eksfoliatif dan kaya antioksidan.

Dengan bahan-bahan sederhana seperti madu, gula, minyak kelapa, sabun cair alami, dan beberapa tetes essential oil, siapa saja bisa membuat lulur sendiri di rumah. Hasilnya tidak kalah efektif dengan produk komersial, tapi lebih ramah di kulit dan di kantong.

Bahan-bahan:

  • 2 sdm ampas kopi
  • 1 sdm madu
  • 4 sdm gula pasir
  • 1 sdm sabun cair
  • 0,5 sdm minyak kelapa
  • Beberapa tetes essential oil

Cara membuat:

  1. Campurkan semua bahan dalam wadah bersih.
  2. Aduk perlahan hingga teksturnya menyerupai krim.
  3. Simpan dalam wadah tertutup. Lulur siap digunakan.

Pilihan menggunakan bahan-bahan alami seperti ini tak sekadar soal kecantikan. Ini adalah bentuk nyata dari gaya hidup berkelanjutan. Kita diajak untuk lebih sadar terhadap apa yang kita konsumsi dan buang setiap hari. Meski praktik ini mudah dan murah, tantangannya tetap ada.

Produk jadi olahan ampas kopi dalam bentuk lulur

Banyak masyarakat belum tahu bahwa ampas kopi bisa dimanfaatkan untuk perawatan kulit. Informasi masih banyak beredar hanya di kalangan tertentu terutama kelas menengah perkotaan yang punya akses digital.

Di sisi lain, dukungan dari regulasi pemerintah juga masih minim. Produk berbasis limbah rumah tangga belum banyak mendapatkan insentif atau fasilitas pengembangan, padahal potensinya besar baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

Setiap hari The Weekend Café & Workspace di Malang, menghasilkan limbah kopi dari aktivitas produksi harian. Ampas itu dapat dikumpulkan untuk digunakan dalam workshop membuat lulur alami.

Workshop menjadi salah satu sarana edukasi lingkungan yang aplikatif. Harapannya, lebih banyak masyarakat mulai menyadari bahwa langkah kecil seperti ini bisa berdampak besar jika dilakukan secara kolektif.

Mengurangi limbah tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Dari secangkir kopi yang kita nikmati setiap pagi, kita bisa memulai kebiasaan baru yaitu mengubah sisa kopi jadi produk bermanfaat. Ini bukan hanya soal kulit yang lebih bersih, tapi juga soal bumi yang lebih sehat. (MA)

Redaksi
Redaksi

Mari narasikan pikiran-pikiran anda via website kami!

Leave a Comment